BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS �

Wednesday, April 14, 2010

KISAH TINTA MERAH

Aq menulis tinta merah penuh pengharapan
Sang kekasih memandang dari kejauhan
Sayup mata sesayup suasana

Aq menulis tinta merah penuh pengharapan
Pelangi yang memucat mati
Akankah hidup kembali?

Aq menulis tinta merah penuh pengharapan
Sang kekasih mengambil sayap dari gunung
Tertegun

Aq menulis tinta merah penuh pengharapan
Ohh!!
Patah
Habis
Mana isinya?
Mana?
Manaaaa!!!

Aq tak bisa menulis lagi
Tinta merah itu..
Sirna Selengkapnya...

STRATEGI REFORMASI MENGOKOHKAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NASIONAL

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri atas beragam suku, ras, agama, dan budaya. Segala kemajemukan tersebut disatukan dalam satu tekad bertanah air, berbangsa, dan bernegara, yakni Indonesia. Bahasa Indonesia pun menjadi salah satu simbol perekat keanekaragaman tersebut. Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan Indonesia.
Bahasa Indonesia pun menjadi identitas kebanggaan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia mempersatukan beragam bahasa daerah. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang universal di Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia yang baku, baik dan benar ejaan dan penulisannya, merupakan tuntutan bagi seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali generasi muda. Hal ini merupakan perwujudan rasa cinta tanah air dan kebanggaan akan ciri khas bangsa tercinta.
Namun, bagaimanakah nasib penggunaan bahasa Indonesia saat ini, khususnya di kalangan generasi muda Indonesia?
Di tengah kemajuan teknologi dan arus globalisasi, bahasa Indonesia tetap bertahan. Maraknya penggunaan bahasa asing secara tidak langsung melunturkan kesadaran generasi muda Indonesia untuk menerapkan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia dianggap remeh, dianggap hal yang mudah dan sepele. Penerapannya pun sungguh sudah jauh dari aturan yang berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Suatu realita yang tidak dapat dipungkiri, generasi muda Indonesia saat ini sering tidak memperhatikan bahasa yang mereka gunakan dalam percakapan sehari-hari maupun dalam tulisan mereka. Mereka lebih bangga menggunakan kata elo dan gue dalam berbicara. Bahasa yang digunakan dalam tulisan pun banyak yang menyalahi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Misalnya, saat menulis kata “di rumah”, banyak pelajar yang menulis dengan “dirumah” yakni kata “di” ikut dirangkai. Padahal, aturan penulisan yang benar adalah penulisan kata “di” harus dipisah. Penggunaan huruf cetak miring untuk istilah, huruf kapital, sudah jarang diperhatikan oleh generasi muda Indonesia. Ironis sekali! Bahasa Indonesia yang seharusnya menjadi lambang persatuan dan kebanggaan, justru menjadi simbol yang tersia-siakan.
Saat ini, minat pelajar Indonesia untuk memperdalam pengetahuan tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar pun masih sangat kurang. Terbukti dari keaktifan mereka saat mengikuti pelajaran bahasa Indonesia maupun kurangnya kesediaan mempelajari EYD. Umumnya, para pelajar tersebut tak acuh saja dengan bahasa yang mereka gunakan. Inilah yang menyebabkan kemampuan pelajar Indonesia dalam berbahasa Indonesia masih kurang baik.
Arus globalisasi turut membawa dampak negatif bagi perkembangan bahasa Indonesia, terbukti dari berbagai sajian di media massa. Berbagai tayangan sinetron dan entertainment dengan bahasa gado-gado justru menjadi contoh yang buruk, menjadi tuntunan yang menyesatkan bagi generasi muda Indonesia. Generasi muda Indonesia lebih bangga dengan bahasa asing, bahasa gaul yang dianggap modern. Mereka tidak menyadari bahwa bahasa Indonesia merupakan kebanggaan dan identitas Indonesia yang harus senantiasa dipelihara.
Mengapa bahasa Indonesia dijadikan “anak tiri” di negeri sendiri? Padahal di Australia, bahasa Indonesia menjadi salah satu pelajaran bahasa asing pilihan yang digemari oleh pelajar di sana. Akankah ini terus-menerus terjadi?
Inilah saatnya reformasi penggunaan bahasa Indonesia di kalangan generasi muda. Tanggung jawab generasi muda Indonesia mengembalikan kiprah bahasa Indonesia untuk meningkatkan martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Tanggung jawab generasi muda mengembalikan kejayaan bahasa Indonesia di tengah arus globalisasi yang kian menghantam bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia harus bangkit kembali!
Pertanyaannya, bagaimanakah strategi reformasi untuk mengokohkan kembali bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional?
Ada tiga strategi yang efektif dalam upaya pengokohan kembali bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan Indonesia.
Pertama, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kemauan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari harus berawal dari kesadaran. Ada berbagai cara untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda Indonesia, antara lain melalui berbagai lomba seperti lomba menulis artikel, lomba majalah dinding, lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI), dan lain-lain. Selain itu, menayangkan program televisi berkualitas berbasis bahasa Indonesia yang baku juga dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda Indonesia.
Peran serta keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah juga harus ditingkatkan. Dimulai dari lingkungan keluarga, pembiasaan secara dini untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari akan memupuk kesadaran generasi muda dalam berbahasa Indonesia. Melalui tugas sekolah dan program pembiasaan bahasa Indonesia yang baku, sekolah dapat berperan serta membangun kesadaran siswa. Hal ini juga harus ditunjang dengan tindakan aktif masyarakat dan pemerintah, antara lain melalui penyelenggaraan seminar penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda Indonesia akan penggunaan bahasa Indonesia.
Kedua, meningkatkan rasa nasionalisme generasi muda Indonesia. Kecintaan akan bahasa Indonesia berpangkal pada rasa nasionalisme yang dimiliki oleh para generasi muda Indonesia. Mengapa demikian? Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan seperti yang telah diikrarkan oleh pemuda Indonesia pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yakni “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Rasa nasionalisme yang tinggi secara tidak langsung akan menuntun generasi muda untuk mencintai, dan selanjutnya menerapkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, menciptakan pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan minat dalam mempelajari bahasa Indonesia adalah suasana belajar. Suasana belajar yang menyenangkan harus diciptakan melalui berbagai cara, antara lain: pembelajaran di luar ruangan (out door), pembelajaran berbasis media (misalnya: film, musik), atau variasi permainan yang fun namun “mengena”.
Keempat, memupuk kebanggaan dengan memperkenalkan bahasa Indonesia di dunia internasional. Kegiatan pertukaran pelajar menjadi salah satu sarana “mempromosikan” keindahan bahasa Indonesia di mata dunia. Melalui berbagai ajang pertemuan luar negeri, bahasa Indonesia “dipamerkan” sebagai identitas bangsa Indonesia.
Bahasa Indonesia adalah kebanggaan. Tidak pantas jika generasi muda, pemilik bahasa Indonesia, malu menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Bahasa Indonesia timbul untuk mempersatukan bangsa. Bahasa Indonesia adalah wujud tekad dan semangat untuk meningkatkan martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Untuk itu, generasi muda menjadi tonggak untuk kembali mengokohkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Satukan tekad, satukan niat, bahasa Indonesia berjaya!



Kami tulis dengan hati kami untuk Indonesia dan bahasa Indonesia Selengkapnya...

CONVERSATION TASK

Latifa Nurrachma Pradany (15)/ Ma’rifatul Amalia (19)/ XII IPA 6
Situation:
(After flag ceremony, all of IPA 6 students go to the class and talks each others.
Lia and Dany discussing their plan to continue their study at university)

Lia : Dany, have you gotten a university?
Would you like to join PMDK?
Dany : I haven’t gotten a university. But I’ve already join to PBUTM UGM.
I wish I could be accepted there. Please pray for me.
And how about you?
Lia : I have been accepted in UI I have joined.
Alhamdulillah.. PPKB ways,,
Dany : Really? Congratulations!
Lia : Thank you. By the way, do you have another test in other university?
Or you have been sured to be accepted in UGM?
Dany : Of course I’m really sure ever 100%. We should have positive thinking, Gals!
Lia : Okay,, good expectation!
I hope the best for you. And how about your ITB test?
Would you like to continue it?
Dany : Yes, of course. ITB is my first target. I really try to be accepted there.
Lia : So, have you prepared to study for it? I hear that ITB test is very complicated and has several requirements and steps.
Dany : I have completed all of the requirements offer. Now, my task is to do the test well and be a student of ITB! Hahaha…
Lia : Okay.. Okay..
You are very confident. It is good for your future, Dany! Keep your spirit!
Dany : Yes, I hope so.
By the way, what are you going to do before starting your study at UI?
Lia : Maybe, I will take an accounting course. It is useful for my base study. As you know, I haven’t gotten this material in our class, right?
Dany : Yeah, I think it is better if you take a course of accounting program.
Lia : And how about your plan, Friend?
Dany : Lately, I just prepare everything to be accepted in ITB and UAN.
I don’t have more time,,
Lia : Yes, the time gone quickly. We will going to be university students.
I hope all of us can be accepted in each favorite university and develop our capability there.
Dany : Amin, yaa rabbal ‘alamin..

(The bell is ringing. Dany and Lia have to finish their talking and join the first class) Selengkapnya...

PERANAN PERPUSTAKAAN DALAM MEMBANGUN KEMBALI KARAKTER BANGSA INDONESIA

Bangsa Indonesia adalah bangsa besar. Bangsa Indonesia memiliki berbagai nilai luhur yang agung. Nilai-nilai luhur tersebut bersumber dari nilai-nilai Pancasila, yakni: nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan kekeluargaan, serta keadilan sosial. Nilai Pancasila pun terumus berdasarkan nilai-nilai yang sebelumnya telah berurat berakar dalam jiwa bangsa Indonesia. Lantas, nilai-nilai luhur tersebut menjadi acuan dan landasan berpikir bagi rakyat Indonesia sehingga akhirnya menjadi karakter bangsa Indonesia.
Apa yang dimaksud karakter?
Secara umum, karakter adalah watak. Watak merupakan ciri khas yang dimiliki oleh masing-masing individu dan membedakannya dengan individu lain. Dalam ruang lingkup yang lebih luas, karakter membedakan satu bangsa dengan bangsa yang lain. Suatu contoh, salah satu karakter bangsa Indonesia adalah kekeluargaan dan gotong royong. Hal ini berbeda dengan karakter bangsa Jerman, Amerika Serikat, dan lain-lain. Karakter menjadi identitas suatu bangsa.
Karakter bangsa Indonesia yang terangkum dalam Pancasila selalu melekat dalam diri semua rakyat Indonesia. Sikap dan pola perilaku sehari-hari senantiasa mengacu pada tata nilai yang berlaku. Intinya, karakter bangsa juga merujuk pada nilai-nilai luhur bangsa.
Satu hal yang tidak dapat ditolak oleh bangsa Indonesia maupun bangsa-bangsa lain di dunia, yakni perubahan. Perubahan dalam berbagai aspek secara meluas antarnegara di dunia yang disebut globalisasi. Aroma globalisasi tercium hampr di semua negara.
Globalisasi datang dengan pembaharuan. Globalisasi pun mendatangkan berbagai dampak. Dampak positif dan negatif yang kian lama kian terasa, khususnya di Indonesia.
Dampak positifnya, globalisasi membawa berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membantu memudahkan hidup manusia. Penemuan mesin-mesin canggih di Amerika Serikat atau Jepang misalnya, sudah dapat diakses di Indonesia. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, bioteknologi, industri, dan lain-lain, memberikan keuntungan yang besar bagi bangsa Indonesia sebagai salah satu modal menuju pembangunan nasional.
Namun, masalahnya tidak berhenti di situ. Masih ada satu permasalahan penting yang mengganjal. Arus negatif globalisasi datang seiring dengan dampak positif yang berjalan cepat di Indonesia. Arus negatif tersebut telah menimbulkan berbagai kekacauan dan sedikit demi sedikit mengguncang tata nilai dan moral bangsa Indonesia, mulai meruntuhkan karakter bangsa yang telah lama dibangun di Indonesia.
Suatu contoh, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi melahirkan internet sebagai akses komunikasi cepat. Segala informasi dengan mudah didapatkan dari internet. Tetapi apa yang terjadi jika para pengakses internet, khususnya generasi muda, tidak memiliki filter yang kokoh untuk menyaring segala informasi yang diterima? Ini merupakan hal yang fatal. Maraknya situs pornografi yang mudaj diakses, situs kekerasan yang setiap hari bisa dilihat, semua itu mampu mengikis karakter dan kepribadian bangsa Indonesia yang berdasarkan niai-nilai luhur Pancasila.
Dewasa ini, tanda-tanda degradasi moral di tengah masyarakat Indonesia mulai nampak jelas khususnya di kalangan generasi muda. Tawuran antarpelajar, pergaulan bebas, narkotika dan alcohol, menjadi hal biasa bagi generasi muda Indonesia. Padahal, mereka adalah tulang punggung yang kelak diharapkan mampu melanjutkan kehidupan bangsa Indonesia yang sejahtera dan berkepribadian Pancasila. Apa yang akan terjadi pada bangsa Indonesia kelak jika moral masyarakatnya sudah tidak tertata dan karakter luhur yang sudah tergerus zaman? Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kehilangan pedoman karena karakternya telah pupus.
Karakter bangsa Indonesia harus dikembalikan. Nilai-nilai luhur harus kembali ditanamkan, lalu diikat kuat-kuat dalam sanubari bangsa Indonesia. Pembangunan harus mulai diarahkan pada pembangunan karakter agar mampu mengimbangi pembangunan fisik dan menjadi penyeleksi kemajuan zaman.
Salah satu media dan sarana yang paling tepat dalam pembangunan karakter bangsa ialah pendidikan. Pendidikan merupakan strategi jangka panjang yang sistematik untuk membangun karakter bangsa. Pendidikan mampu menanamkan serta menjadi sarana internalisasi nilai-nilai kebangsaan dan kepribadian. Melalui pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat, pembiasaan akan perilaku sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila akan mudah terlaksana dan terpantau.
Selain pendidikan, ada satu lagi strategi membangun kembali karakter bangsa (character building), yakni melalui optimalisasi peranan perpustakaan.
Mengapa harus perpustakaan?
Menurut Mujiati dalam artikel berjudul Peranan Perpustakaan sekolah Terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah, perpustakaan memiliki berbagai fungsi, yakni sebagai berikut.
1. Fungsi edukatif
Perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum. Hal ini mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan daya kreasi, mengembangkan kecakapan berbahasa, mengembangkan pola pikir yang rasional dan kritis serta mampu membimbing dan membina para siswa.



2. Fungsi informatif
Perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat berbagai informasi bermutu dan up to date, disusun secara teratur dan sistematis, sehingga memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukan.
3. Fungsi administratif
Perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian, dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien.
4. Fungsi rekreatif
Selain menyediakan buku-buku pengetahuan, perpustakaan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu senggang.
5. Fungsi penelitian
Perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber atau objek penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi.
Mengacu pada berbagai fungsi strategis tersebut, perpustakaan sangat tepat dimanfaatkan sebagai pembangun kembali karakter bangsa melalui optimalisasi perananannya.
Perpustakaan sebagai media pendidikan. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, pendidikan memegang peran penting dalam character building bangsa Indonesia. Pendidikan tentu berhubungan erat dengan informasi dan ilmu pengetahuan. Hal ini tentu bisa didapatkan secara lengkap di perpustakaan. Melalui buku-buku yang disediakan, menjadikan masyarakat menyadari jati diri mereka sebgaai bangsa Indonesia. Melalui buku-buku di perpustakaan, nilai-nilai kebangsaan dan budi pekerti luhur kembali disiram dan ditumbuhsuburkan.
Minat baca masyarakat harus ditingkatkan dengan berbagai program menarik dari perpustakaan, misalnya perpustakaan keliling, perpustakaan masuk desa, dan reformasi perpustakaan. Reformasi perpustakaan mencakup pembangunan perpustakaan yang memadai dari segi kualitas bangunan dan ukuran serta penataan ruangan, ditambah dengan profesionalisme pustakawan yang harus diterapkan.
Perpustakaan sebagai media konsultasi. Menjadikan perpustakaan tidak hanya sebagai gudang ilmu, tetapi juga sebagai “psikolog”. Di era globalisasi, di tengah kemajuan zaman, permasalahan pun semakin banyak dan bervariasi. Perpustakaan, sekali lagi melalui buku-buku yang disediakannya, mampu menjadi sumber inspirasi, konsultasi, menjadi sumur solusi yang membasahi hati yang kering oleh problematika kehidupan. Dalam hal ini, perpustakaan menyediakan buku-buku yang memberikan pemahaman akan karakter budaya bangsa dan watak kerpibadian bangsa Indonesia.
Perpustakaan sebagai sumber motivasi. Membangun kembali karakter bangsa bukan hal yang mudah. Apalgi saat ini tantangannya sudah semakin berkembang. Diperlukan motivasi yang kuat bagi bangsa Indonesia sehingga kesadaran untuk kembali menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila tumbuh dan berkembang. Perpustakaan mampu menjadi sumber motivasi yang lengkap dan manjur. Buku-buku agama, filsafat, politik, kepribadian, bahkan kumpulan cerita pendek pun dapat menjadi sumber mata air motivasi bagi pembacanya. Motivasi melahirkan semangat dan semangat melahirkan kesuksesan.
Berikut ini bagan peranan perpustakaan dalam membangun kembali karakter bangsa Indonesia.
BAGAN
PERANAN PERPUSTAKAAN MEMBANGUN KEMBALI KARAKTER BANGSA















Peranan perpustakaan dalam membangun kembali karakter bangsa sangat besar. Oleh karena itu, perpustakaan harus dikembangkan. Masyarakat harus semakin mempererat hubungannya dengan perpustakaan agar upaya membangun kembali karakter bangsa dapat dilaksanakan dengan lancar.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang luhur. Karakter bangsa harus senantiasa dijaga demi kemajuan bangsa di masa yang akan datang.


PUSTAKA
Mujiati. 2008. Peranan Perpustakaan Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah. Diakses tanggal 12 November 2009 di http://sdspawyatandaha2kdr.wordpress.com/2008/01/25/peranan-perpustakaan-sekolah-terhadap-mutu-pendidikan-di-sekolah/
Nashir, Haedar. 2008. Membangun Karakter Bangsa. Diakses tanggal 12 November 2009 dari http://akarfoundation.wordpress.com/2008/01/09/membangun-karakter-bangsa/ Selengkapnya...

WEDNESDAY, APRIL 14, 2010

Hari yang cukup cerah. Aq bisa bangun pagi dengan tenang, mandi lebih pagi, dan berangkat lebih pagi bersama Alffina. Meskipun perut keroncongan gak sarapan, tapi di sekolah aq udah disambut sekotak nasi krawu. Hmm…
Hari ini hari yang istimewa di XII IPA 6. Atmosfer kelas dipenuhi rasa sykur yang luar biasa. Nasi krawu yang kami makan bersama-sama ini merupakan tasyakuran dari Hanifa Iradatur Rahmani yang udah diterima PMDK di Teknik Informatika ITS dan Miranti Dewi Puspitasari yang diterima di Fakultas Kedokteran UNISSULA. Porsinya banyak, jauuuhh melebihi porsi makanQ biasanya. Tapi syukurlah, entah aq yang kelaparan atau porsi makanQ yang sebenarnya memang banyak, aq menghabiskan sekotak nasi padat itu, ditambah dua buah pisang dan satu gelas air (peace!! ^.^)
Huwaaa,,,
Koq jadi kayak tiga hari gak makan gini?? Padahal Qintip kotak nasi Robet dan ia gak habis. Marfian juga gak abizz,, Lona juga gak abiz. Tapi aq??? (T.T)
Gak apa-apa Lia. Tenang aja. Alffina Nurhasanah habis koqq,, meskipun dya menaruh sejuta kekhawatiran tentang berat bandannya yang over load ENAM kilo..
Sembari makan, kami pun ngobrol. Gak tanggung-tanggung, obrolan dilaksanakan berjamaah satu kelas!! Masalah pokok kami adalah persembahan untuk purna siswa nanti. Setiap kelas harus menampilkan persembahan untuk sekoolah. Usul sementara yang masih diterima adalah musikalisasi puisi dan tampilan slide show poto2 masa SMA (ciyyeee ^,^).. Namun keputusan belum dibulatkan karena belum ada pembagian tugas yang pasti.
Topik kedua, tentang rencana rekreasi. Ini yang membuatQ cukup pusing. Rekreasi akan dilaksanakan, rencananya, hari Jumat dan Sabtu lusa. Woww!! Mendadak sekali. Tapi mau bagaimana lagi?? Minggu depan temen2 udah banyak yang pergi bimbel. Huhuhuuu…
Setelah acara santap pagi selesai, kami berpencar. Ada yang ke lab bahasa, gazebo, ada juga yang stay di kelas. Kami sibuk mengerjakan ujian praktik bahasa Inggris, yaitu: writing application letter and curriculum vitae. Semuanya ditulis tegak bersambung. Sebebnarnya tugas itu udah dikerjakan di rumah. Hari ini kami tinggal mengoreksikan ke Mr. Parlin lalu menulis ulang sampai mendapatkan predikat OK!
Setelah kemarin, minggu lalu, aq menulis tugas awal dengan huruf tegak bersambung dan mengulang delapan kali, hari ini aq harus mengulang dua kali. Hfffttt… Namanya juga perjuangan, mesti ttep semangat!!
Tapi sebelum aq berkutat dengan segenap kertas folio dan penggaris, aq menyempatkan diri mengunjungi kelas X A dan XI IPA 2 untuk mendata para pengguna IM3 yang belum tergabung dalam IM3 Community SMANSA Tuban. Kemarin aq sudah mengunjungi 12 kelas (klo gak salah itung..). Ternyata, pengguna IM3 di sekolahQ banyak juga yaa, hihihihiii.. Buktinya, sekitar 200 lebih yang udah terdaftar di aq kemarin. Ini merupakan salah satu tugasQ sebagai IM3 Young Ambassador..
Pulang sekolah, kebiasaan lama gak sembuh juga. aq gak langsung pulang, melainkan bergabung dengan Aiz, Prastiwi, Lona, Robet, Ibnu, dan Marfian di gazebo. Ada Eko juga. Kami membahas berbagai hal, mulai dari lanjutan rencana rekreasi sampai membicarakan Eko yang kini menjadi vegetarian. Kapan lagi bisa kumpul kayak gini???
Sekitar jam 12 aq pulang. Gak pulang sich,, aq malah pergi ke daerah Wali Songo bersama temen2 buat cari kos2an semntara. Rencananya, aq akan les akuntansi selama dua minggu ini. Biar intensif n gak capek, aq mau nyari kos yang deket rumah Bu Endang, guruQ. Setelah melalui berbagai halangan dan rintangan, keluar-masuk rumah di siang bolong, aq menemukan kos murah, dua minggu 50 ribu, tanpa makan. Aq masih pikir2 dulu, kali aja ada tmnQ deket situ yang nawari tumpangan di rumahnya. Wkwkwkwkwkkk..
PerjalananQ belum berakhir. Aq mampir ke tempat servis HP di perempatan Borobudur, menyembuhkan HP-Q yang spare part-nya rusak. Untung gratis >.< karena rusaknya gak terlalu parah.
Jam 12.30 aq nyampe kos, lalu meminjam laptop Dx Illa, mengetik sembarang untuk Qmasukkan ke blog baruQ ini. Aq pun tertidur di depan laptop . . . Selengkapnya...

LET’S BE POSITIVE!!

Hidup emang gak selalu indah..
Kadang Tuhan gak memberi yang Qta inginkan..
Tapi Tuhan selalu memberi yang Qta butuhkan
Menjalani hidup ini, ingin meraih kesuksesan ..
Gak ada yang mau jadi gagal,, jadi terpuruk,, gak ada!!!
Semua menginginkan hal yang indah, tepat, positif,,
Positif???
Iya!! Positif..
Tuhan menganugerahi pikiran untuk menggerakkan otot..
Otot pun menggerakkan tulang-tulang,,
Tulang-tulang berjalan, menggenggam, mengambil, meraih..
Ke mana berjalan?
Apa yang digenggam?
Apa yang diambil?
Apa yang diraih??
Sesuai dengan komando “si otak”..
Klo otak memerintahkan positif, maka Qta pun akan menjadi positif
Klo otak udah mulai negatif,, Qta pun akan menjadi negatif..
Gak mudah menjadi positif..
Perlu latihan..
Perlu pembiasaan..
Setidaknya menjejali otak dengan kata “POSITIF”!!
Positif pada diri
Positif pada orang lain
Positif pada pekerjaan
Lalu semua yang positif akan mendekati Qta
Nothing is impossible..
The miracle can do things we can’t do
And the miracle is our mind..
What we become is what we think..
Klo Qta pikir Qta jelek..
Qta akan beneran jadi jelek
Klo Qta pikir Qta lemah
Qta akan benar2 jadi lemah
Tubuh Qta bunuh energi yang luar biasa
Energi itu datangnya dari pikiran
Jangan pernah membebani pikiran dengan hal-hal buruk dan kekhawatiran2 tak beralasan
We think we can and we can!!
So, let’s be positive!!
Tanamkan dalam pikiran,
Aq akan jadi orang besar
Aq akan menaklukkan dunia
Aq akan pulang dengan sesuatu yang luar biasa…!!!
Ucapkan, lalu rasakan aliran semangat baru dalam darahmu
Buka pikiranmu, kaki dan tanganmu akan bekerja keras mematuhi perintah otakmu untuk menjadi luar biasa..
Sebentar lagi, kau akan berlari menuju duniamu..
So, let’s be positive!! Selengkapnya...

Tuesday, April 13, 2010

AQ "SATU"

Manusia selalu memiliki rencana indah dalam hidupnya..
Pengen kaya, pengen cantik, terkenal, dikagumi, ..

Tapi apa yang terjadi klo ternyata ia dilahirkan miskin, tak menarik, tak dikenal, dan diremehkan???

Siapa yang disalahkannya??

SahabatQ,,

Klo kalian punya pikiran seperti itu, maka satu hal yang harus kalian ingat::
"Allah punya rencana yang jauhhhh lebih indah untuk Qta""

Aq pernah punya pikiran seperti itu. Sering malahan...

Tapi sekali lagi,, aq ingat bahwa rencana Allah buat aq tuu indaaahhh bgt...

Dan..

Itu terbukti... Selengkapnya...